RSS

Otonomi Desa Adat

28 Nov

Simposium dan Lokakarya Internasional Mengawali Abad ke-21:
Menyongsong Otonomi Daerah, Mengenali Budaya Lokal,
Membangun Integrasi Bangsa

Sebelum dipaksa oleh Undang-undang No. 5/1999 tentang Pemerintah Desa, maka pemerintah desa merupakan refleksi dari adat yang hidup di dalam masyarakatnya. Dengan demikian, pemerintah dan masyarakat desa merupakan suatu persatuan dari dua faktor sosial yang saling memerlukan dan saling memperkuat. Masyarakat adat memilih orang-orang yang dipercaya dari para warganya dan menurut rumus-rumus adat demi keamanan, kesejahteraan, dan kebahagiaan seluruh masyarakat. Orang Jawa mengatakan bahwa pemerintah desa wajib memimpin masyarakatnya untuk menciptakan dan melestarikan keadaan di dalam desa yang ‘tata tentrem kerta raharja’ (teratur, tenang, sejahtera, bahagia).

Peranan adat dalam kehidupan masyarakat desa dan dalam tata kerja pemerintahannya adalah amat vital, sehingga perlu diuraikan manfaatnya—meskipun dengan singkat—bagi masyarakat luas dan pemerintah. Pertama-tama, perlu dipahami bahwa adat adalah seperangkat nilai-nilai dan peraturan-peraturan sosial yang timbul dan tumbuh dari pengalaman hidup suatu masyarakat. Selama hidupnya, masyarakat itu mengalami aneka kejadian yang menggembirakan dan menyedihkan, serta yang memperkokoh dan merusak keadaan ‘tata tentrem kerta raharja’. Pengalaman hidup masyarakat inilah yang menjadi sumber nilai-nilai adat.

download journal

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 28, 2008 in E - Book

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: