RSS

PENGARUH MIGRASI TENAGA KERJA TERHADAP PENGANGGURAN PADA WILAYAH KALIMANTAN TIMUR

12 Nov

Apa yang mempengaruhi penduduk dalam memutuskan untuk pindah? Pertanyaan ini dijawab dengan mengungkapkan hasil tinjauan berbagai literatur yang menjelaskan secara teoritis, bahwa seseorang melakukan pertimbangan-pertimbangan dalam pengambilan keputusan bermigrasi dipengaruhi oleh faktor-faktor individu maupun kontekstual (locational). Keputusan untuk pindah merupakan hasil perhitungan ekonomis dari perbandingan antara utilitas di daerah asal dan utilitas yang diharapkan (expected utility) di daerah tujuan.

Adanya kecendrungan peningkatan jumlah migrasi yang masuk ke wilayah Kalimantan Timur merupakan suatu permasalahan yang dihadapi Pemerintah Daerah Kalimantan Timur khususnya dalam hal peningkatan jumlah penduduk yang berkaitan dengan ketersediaan lapangan pekerjaan yang juga sangat berhubungan erat dengan peningkatan jumlah pengangguran di wilayah Kalimantan Timur.

Migrasi merupakan dimensi gerak penduduk permanen. Seseorang dikatakan melakukan migrasi apabila ia melakukan pindah tempat tinggal secara permanen atau relatif permanen (pada jangka waktu minimal tertentu) dengan jangka waktu minimal tertentu, atau pindah dari satu unit geografis ke unit geografis lainnya. Unit geografis sering berarti unit administratif pemerintahan baik berupa negara maupun bagian-bagian dari negara. Migrasi merupakan suatu bentuk gerak penduduk geografis spasial atau teritorial antara unit-unit geografis yang melibatkan perubahan tempat tinggal yaitu dari tempat asal ke tempat tujuan. (Rusli,1995)

Pada awalnya para ekonom memandang migrasi sebagai suatu hal yang positif dalam pembangunan. Migrasi internal (migrasi antar daerah dalam satu negara) dianggap sebagai proses alamiah yang akan menyalurkan surplus tenaga kerja di daerah-daerah perdesaan ke sektor industri moderen di kota-kota yang daya serapnya lebih tinggi. Proses ini dipandang positif secara sosial, karena memungkinkan berlangsungnya suatu pergeseran sumber daya manusia dari ternpat-tempat yang produk marjinal sosialnya nol ke lokasi lain yang produk marjinalnya tidak hanya positif tetapi juga akan terus meningkat sehubungan dengan adanya akumulasi modal dan kemajuan teknologi (Todaro 1999).

Artikel Lengkap tenaga-kerja

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 12, 2008 in E - Book

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: