RSS

Lagi-lagi Banjir

11 Nov

Banjir yang merendam sebagian kawasan Samarinda, Kalimantan Timur, belum surut meski sudah berlangsung empat hari hingga Senin (10/11). Pantauan hingga selepas tengah hari menunjukkan tiga kecamatan yakni Samarinda Ulu, Samarinda Utara, dan Samarinda Ilir masih terendam banjir.

Dilaporkan bahwa di Samarinda Utara sekitar 6.500 bangunan terendam. Jalan Jenderal Ahmad Yani yang merupakan salah satu ruas jalan menuju Bontang masih tergenang air 50 sentimeter. Akibatnya, jalan nyaris tidak bisa dilalui terutama oleh sepeda motor.

Murid sekolah yang rumah atau sekolahnya berada di sekitar kawasan itu terpaksa bepergian atau pulang sekolah dengan seragam yang basah kena banjir. Ketinggian air di Kelurahan Temindung Permai, Samarinda Utara, berkisar 50 sentimeter sampai 1,5 meter. Warga beraktivitas memakai perahu yang disediakan pemerintah.

Kepala Linmas Kota Samarinda, Drs. H. Makmun di Samarinda, Jumat (28/3) mengatakan, banjir yang melanda tiga kelurahan di dua kecamatan di Samarinda, terjadi sejak sepekan terakhir.

“Luapan Sungai Mahakam mengakibatkan beberapa wilayah terendam air, bahkan banjir yang sempat menggenangi kawasan Kelurahan Temindung Permai Kecamatan Samarinda Utara, khususnya di Jalan Remaja harus mendapat perhatian serius,” kata Makmun.

Selain menyediakan perahu karet dan pelampung, Pemkot Samarinda melalui Linmas telah membuat tenda di Jl DI Panjaitan dengan menyiagakan 30 tenaga sukarelawan.

“Tenda tersebut bukan tempat penampungan pengungsi korban banjir, tetapi sebagai tempat memantau banjir. Kami siapkan 30 sukarelawan untuk membantu warga jika banjir semakin tinggi. Kondisi saat ini belum terlalu mengkhawatirkan sehingga belum saatnya dibuat tenda penampungan,” katanya.

Kelengkapan itu, kata Kepala Linmas Kota Samarinda tersebut, sebagai antisipasi evakuasi warga jika ketinggian air mengalami peningkatan.

Namun, Makmun tetap mengingatkan masyarakat agar terus mewaspadai terjadinya banjir secara tiba-tiba, sebab kata Kepala Linmas Kota Samarinda itu, curah hujan masih cukup tinggi, dan diperkirakan mencapai puncak pada hingga bulan April.

Selain itu kata dia, luapan Sungai Karang Mumus, anak Sungai Mahakam, disebabkan juga tingginya curah hujan di Wilayah Kutai Barat, Hulu Sungai Mahakam.

“Banjir kali ini lebih disebabkan meluapnya air sungai akibat curah hujan cukup tinggi. Kondisi ini diperkirakan akan berlangsung hingga bulan Juni mendatang sehingga kami melakukan berbagai antisipasi,” ungkap Makmun.

Pemkot Samarinda, kata Makmun, juga menyiapkan layanan online kepada masyarakat jika terjadi ancaman di lingkungannya, khususnya terkait masalah banjir.

“Kami membuka posko pengaduan di tenda yang telah disiapkan untuk mengantisipasi terjadinya ancaman keselamatan bagi warga. Petugas Linmas baik di Posko atau di kantor Linmas, bersiaga selama 24 jam,” katanya.

Pantauan di beberapa titik banjir di Samarinda hingga Jumat (28/3) malam, di Kelurahan Sidodadi, kecamatan Samarinda Ulu, banjir terlihat sudah surut. Sebelumnya, ketingggian air di Jalan dr. Sutomo dan Jalan Ruhui Rahayu sempat mencapai 40 hingga 50 centimeter.

Genangan air juga terlihat mulai surut di Kelurahan Gunung Lingai, Samarinda Utara. Ketingggian air surut hingga 10 centimeter padahal sebelumnya, banjir sempat merendam perumahan Griya Mukti setinggi 60 centimeter.

Sementara di Jalan Remaja, banjir juga berangsur-angsur surut. Salah satu jalan protokol di Samarinda itu sempat tidak bisa dilalui kendaraan akibat banjir yang melanda kawasan ini setinggi paha orang dewasa.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 11, 2008 in uncatagori

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: