Jebol Pasword Win RaR

Pusing nich, gimana cara jebol pasword file yang di winrar. udah capek-capek nungguin download filenya, eh ngga taunya di pasword lagi. sebenarnya software ini dapet gratis juga jadi saya share gratis juga (mudahan ga dibilang mbajak yach “kan gratis tuch”) , cuma pada saat saya coba proses jebol pasword pake software ini lumayan lama, test aja sendiri ah

download Software disini

Buat Ringtone Sendiri (convert to WAV)

punya HP bosen dengan ringtone yang ada di HP, nah saya barusan nyoba nich, cara kita buat ringtone incoming call atau ringtone sms, gampang banget ko….terutama kalo kita mau buat ringtone dari potongan MP3 yang ada di komputer kita, caranya tidak lain yaitu mengubah format MP3 atau MPG ke dalam bentuk WAV (format yang bisa dimainkan di HP) atau mengkonvert dari WMA ke WAV.

coba dech diperhatikan bentuk MP3 atau lagu-lagu yang ada di komputer, formatnya ialah MP3, Winamp Audio, atau MPG, nach, ada beberapa HP yang secara otomatis bisa langsung digunakan sebagai ringtone (itu tinggal copy paste menggunakan kabel data), namun apabila kita ingin membuat sebagian dari satu lagu yang menjadi ringtone berarti kita musti mengedit lagu tersebut, caranya dengan memotong bagian yang kita inginkan.

cara mengedit kalau menggunakan window movie maker (bawaan windows) outputnya menjadi WMA (Windows media Audio) dan format ini saya coba di HP malah tidak dikenal dan tidak bisa dimainkan. lalu saya coba menggunakan easy MP3 Ogg WMA WAV Cutter (versi trial) dan akhirnya berhasil, saya mengubah ringtone sms dengan menggunakan sebagian awal dari lagu teriyaki boyz.

wma

sayangnya saya belum berhasil mendapatkan cracknya nich, jadi cuma bisa digunakan versi trial, tapi ga ada salahnya kalau mau nyoba, klik disini softwarenya

Sustainability’ in ecological economics, ecology and livelihoods: a review

Abstract: This article reviews the work of several sets of researchers prominent in current debates over how sustainability might be interpreted and achieved. The notion of ‘sustainable development’ has reached a conceptual dead-end. Geographers may offer more effective investigations and critiques of socioecological transformations by instead focusing on ‘sustainability’ and its application to multiple dimensions of human and nonhuman processes. Such a move within geography demands critical engagement with ongoing debates in ecological economics, the ecological sciences and social applications of sustainability. Geographers are well positioned to address crucial gaps in these fields of inquiry and to propel debates over sustainability in several fruitful directions.

Key words: ecological economics, ecology, sustainability, sustainable development, sustainable
livelihoods.

Download Journal

Review HP Hitech M12

hitech-m11Setelah puas dengan produk K-Touch V 908, isenk saya nyoba produk HP yang menggunakan Dua Kartu GSM yang “on” secara bersamaan, dengan pertimbangan lebih praktis dari pada membawa 2 HP sekaligus, akhirnya setelah browsing beberapa menit saya memilih untuk mencoba produk Hi-Tech M-12.

Pada saat memilih & melihat-lihat dicounter HP, saya ingin melihat sampel barang yang tersedia, namun sayang dicounter tersebut tidak menyediakan sampel HP yang saya maksud, kemudian saya ingin mencoba HP yang ingin saya beli, namun kata penjual apabila segel kotak dibuka artinya sudah kita beli, (wah kacau nech…) akhirnya ok dech… tak beli yang gambarnya warna hitam…dan oleh petugas kounter HP dibuka segel kotak HP itu….dan weeks lebih kacau lagi ternyata warnanya tidak sesuai dengan gambar, alias warna putih….wah ne HP ko kesannya jadi feminim banget yach….saya protes kepada penjual, namun penjual berdalih warna yang saya inginkan stok udah habis….

Mau tidak mau saya harus membeli HP yang sudah dibuka segelnya, kemudian saya coba-coba….hmmm lumayan bagus….akhirnya saya bawa pulang, setelah 3 hari saya gunakan mulai dech nampak kegagalan dari produk merk Hi-Tech ini, mulai dari Headsetnya yang berdengung pada saat menelpon atau menerima telphon, kekuatan batrei pada saat standby hanya sampai 24 jam (masih bagus k-touch V908 stanby bisa ampe  1 mgu) pkoknya banyak lagi dech keluhannya….

Yang parahnya lagi harga jual second HP Hi-Tech M-12 ini bener-bener jatuh bgangetzz, wah kapaok gue make HP ini, akhirnya gw lego juga berapapun harganya. setelah itu saya lebih selektif lagi untuk mencari gantinya….setelah browsing saya lihat di forum ternyata produk K-touch tidak ada user yang mengeluh setelah menggunakan produk HP K-Touch, akhirnya pilihan saya jatuh pada K-Touch D28 yang dual on juga,TV dan lain-lain.

Namun berburu HP produk K-Touch lumayan sulit, jarang ada di counter HP, pas saya ke Harco mangga dua, disitu banyak counter, isenk saya tanyakan merk HP yang saya inginkan, “mba punya HP K-Touch…?” jawab penjual “Wah mas…merk lain mau?…. K-Touch garansinya ga resmi… kemarin saya udah keliling ke Roxy dan produk K-Touch udah ditarik dari pasaran.” weeeks….aneh rasanya baru kemaren saya on-line & masih ada ko…dengan mosi tidak percaya saya langsung meluncur ke Roxy, akhirnya saya temukan HP yang saya inginkan…. Nach untuk rekan-rekan, saya sarankan hati-hati apabila ingin membeli HP, jangan tergoda & mudah percaya oleh promosi atau kata-kata penjual di Counter HP. Waspada apabila membeli di (Plaza Jambu dua Bogor & Harco Mangga Dua) harus bener-bener selektif.

DILEMA KEHIDUPAN NELAYAN

Minggu lalu kami menuju kampong nelayan di daerah Pelabuhan Ratu Desa Cikahuripan dalam rangka studi lapangan mahasiswa, setelah kami melakukan wawancara yang berhubungan dengan tugas kuliah kami, kami sangat terkesima dengan pola kehidupan mereka. Setiap sore hari mereka pergi melaut dengan harapan memperoleh hasil tangkapan yang berlimpah guna menyambung hidup untuk memenuhi kebuthan sehari-hari. Namun apalah daya, karena akhir-akhir ini ikan sangat jarang ditemukan kecuali mereka melaut sampai ke tengah laut. Para nelayan mengeluh kepada
kami (mahasiswa) apalagi sejak BBM & minyak tanah mengalami kenaikan harga, kehidupan mereka mengalami perubahan yang sangat drastis terutama sejak krisis (1998), mereka menceritakan bahwa untuk melaut saat ini per harinya membutuhkan biaya operasional sekitar Rp. 750.000,- untuk biaya bahan bakar motor kapal, minyak untuk lampu petromak, bekal nelayan selama di laut dan perlengkapan lainnya. tak jarang pagi harinya mereka pulang dengan hasil tangkapan yang sangat sedikit, bahkan sering pula mereka pulang dengan tangan kosong.

Kosongnya hasil tangkapan ikan nelayan sebagai akibat dari banyaknya sejumlah kapal besar yang berasal dari luar negeri dengan peralatan yang serba modernnya mencuri ikan di perairan pada wilayah mereka, tidak tanggung-tanggung jumlahnya sekali tangkap mereka bisa mendapatkan ratusan ton ikan. Sedangkan nelayan dengan peralatan sederhananya hanya bisa mendapatkan puluahn ekor itupun yang didapat adalah ikan-ikan kecil.

Pada saat musim paceklik (ikan di laut lagi kosong/hasil tangkapan tidak ada karena gelombang tinggi) sering kali para nelayan meminta pertolongan kepada pedagang Pengumpul dengan cara meminjam sejumlah uang dengan perjanjian apabila melaut lagi hasil tangkapan dipotong dari hasil pinjaman atau menjual hasil tangkapan kepada pedagang pengumpul yang meminjamkan uang, peranan pedagang pengumpul ditengah para nelayan sangat menolong terkadang saat salah satu keluarga nelayan sakit parah, atau melahirkan, pedagang pengumpulah yang memfasilitasi dengan membiayai seluruh pengobatan sampai sembuh, sehingga terjalinlah hubungan timbal balik antara nelayan dan pedagang pengumpul. Para istri nelayanpun tidak sedikit yang ikut berperan dalam pola nafkah kehidupan nelayan, mereka pergi ke luar negeri menjadi buruh/pembantu di luar negeri yang sering kita kenal dengan TKI, dengan system kontrak. Kami menayakan, “mengapa bapak tidak meminjam modal di Bank?” mereka menjawab apabila meminjam sejumlah dana di Bank merka harus melewati berbagai birokrasi yang rumit bahkan harus menyediakan jaminan, itupun uang tidak bisa langsung dicairkan, berbeda dengan tengkulak atau pedagang pengumpul yang dapat menyediakan sejumlah dana pinjamankepada mereka pada saat mereka perlukan.

Ditengah percakapan para nelayan sangat berharap kepada kami sebagai civitas akademik, agar suara mereka sebagai rakyat kecil diperhatikan, sebab sudah banyak LSM dan Partai atau pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab memberikan jani-janji kepada merka namun sampai saat ini kehidupan mereka makin terpuruk. LSM dengan programprogramnya hanya menjual nama mereka (Nelayan) untuk kepentingan meng goal kan sejumlah dana yang kemudian setelah mengambil data yang diperlukan LSM tersebut tidak nampak lagi. Berbagai partaipun turut meminta dukungan para nelayan apabila kampanye berlangsung dengan program-program yang menggiurkan namun tidak ada satu partaipun yang merealisasikan program yang dijanjikan kepada nelayan.

Mereka para nelayan justru sangat percaya kepada kami (mahasiswa) yang dapat menyalurkan suara mereka, karena mereka sudah muak dan bosan dengan banyaknya partai atau LSM yang bermunculan namun semuanya bohong belaka. Mereka menganggap kami (mahasiswa) yang melalui jalur pendidikanlah suara mereka dapat didengar.

Selama 3 hari dua malam kami membaur dalam kehidupan nelayan di desa Cikahuripan Kabupaten Sukabumi, kami tidur dirumah nelayan tersebut, kami membantu mendorong perahu yang akan melaut, kami makan dari piring yang digunakan para nelayan. Kami benar-benar merasakan bagaimana suka dukanya menjadi nelayan.

Teori Pembangunan & Perubahan Sosial

Powerpoint download

RESTRUKTURISASI KETENAGAKERJAAN DALAM PROSES MODERNISASI BERDAMPAK PERUBAHAN SOSIAL PADA MASYARAKAT PETANI

ABSTRACT
Sugar, one of the commercial plant state commodity for Indonesia; which are the necessary for human being, under any circumstances. But, sugar cane cause the land more tight to get rid of these difficult problems, by conducting “Tebu Rakyat Intensifikasi” programs. These purpose of research, to know about the labor concerning income, trend, and the restructurization become of labor transformation, which were depended the social change on social, economics, culture and politics trend of the sugar cane peasant, at Langkat and Deli Sedang districts, North Sumatera. “P.G” Kuala Madu is the cane industry manufactory, which the “TRI” program’s applied. The labor interaction caused the many social change problems. : “Social change is the significant alteration of social structure through time”. “Social structure means a persistent network of social relationships in which interaction gas become routine and repetitive”. (Harper, 1989). Sugar cane farming system, to increasing sugar cane productivity and farmer (peasant) incomes by “TRI” policy program, and aspect of it for competitive influence ability and sugar selling price in international market and domestic market. The identifying problems of sugar factory such BUMN’s inefficiency ; institution infractions, the weakness or dilated of governance to anticipatory the implication of many other sugar cane problem. Aim, the restructurization on labor of sugar cane farmers need government attended and, the restructurization of sugar factory should be directed to share owning removement to farmers of sugar cane.

ROOSGANDHA ELIZABETH2
Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian Bogor

download journal

ANALISIS DAMPAK PENGKAJIAN TEKNOLOGI PERTANIAN UNGGULAN SPESIFIK LOKASI TERHADAP PRODUKTIVITAS KASUS: BPTP NUSA TENGGARA TIMUR

ABSTRACT
Impact Analysis of Improved and Location Specific Agricultural Technologies on Productivity, AIAT East Nusa Tenggara Case. By selecting six topics of improved research and assessments (R&A), impact analysis on productivity had been carried out in 2002 fiscal year. However, only four out of six topics were analyzed, because the other two were still in adaptive level. Application of introduced technologies, in fact, resulted in some additional yield. The highest production and productivity were experienced by R&A of Backyard Farming System, i.e. 569.63 percent, then followed by Milk Fish Culture, Bisma Corn Based Agribusiness, Beef Cattle Based Agribusiness 482.10 percent, 284.76 percent and 45.0 percent, respectively. Corn Agribusiness gave the largest impact area of 1,365 ha, while its impact on production was also excellent, by adding production of 2,319,308.33 kg/planting season. Milkfish culture, on the other hand gave the highest income/ha per production cycle. Based on relatively high MBCRs, all analyzed topics were feasible to be developed in the future. Milkfish culture on brackish water was the most profitable business, reflected by the highest MBCR of 14,08. MBCR figures for Backyard Farming, Beef Cattle Agribusiness and Bisma Corn Agribusiness were 1.38, 6.24 and 8.61, respectively. Cost and price ratio of each topics were 0.47; 0.21; 0.22 and 0.33 for Backyard Farming System, Bisma Corn Agribusiness, Milk Fish Culture and Beef Cattle Agribusiness, respectively. The smallest adoption cost per Kg product was indicated by Backyard Farming System (Rp 935.85), followed by Bisma Corn Agribusiness (Rp 1,028.30) and Milk Fish Culture (Rp 2181.32), while the highest was for Beef Cattle Agribusiness (Rp 9,770.03).

RITA NUR SUHAETI DAN EDI BASUNO1
Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian,
Badan Litbang Pertanian Bogor

downoad journal

KAJIAN KELEMBAGAAN AGRIBISNIS DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN SISTEM USAHA PERTANIAN BERBASIS AGROEKOSISTEM

IKIN SADIKIN, RITA NUR SUHAETI DAN KEDI SURADISTRA Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian, Badan Litbang Pertanian, Bogor.

ABSTRACT
Research on agricultural institution with agribusiness orientation has not yet been given much attention. Yet, farmers obtain information on technology, market and processing techniques through the existing institutional roles, either in forms of organization, norms or community figures. The effort to accelerate the flow of agricultural inputs, process of technology transfer, and other production factors is a collective activity depicted in institutional network in local agricultural activities. A participatory observation using Rapid Appraisal of Agriculture Knowledge Systems (RAAKS) methodology concludes that the present primordial institution in each production segment process positive potential to develop and that shared objective is recognized as the starting point to develop an institution. Moreover, size of organization, membership status and institutional orientation also play important roles in the development of an institution, minimum commercial size, and policy on managerial development.

download journal

Profil Kalimantan Timur

Propinsi Kalimantan Timur dengan ibukota Samarinda berdiri pada tanggal 7 Desember 1956, dengan dasar hukum Undang-Undang No. 25 Tahun 1956. Komoditi utama yang menjadi andalan penggerak ekonomi propinsi ini adalah kayu bulat dan kayu olahan. Komoditi bahan galian yang banyak terdapat di Propinsi ini berupa gas alam cair dan minyak bumi (terdapat di pantai timur dan di daratan, yaitu di Kota Balikpapan, Pulau Bunyu, Pulau Tarakan dan di lepas pantai yang memanjang dari utara ke selatan), kristal, timah hitam, gips, fosfat, seng, batu bara (di daerah Sungai Mahakam, Kabupaten Kutai, Kabupaten Pasir, Kabupaten Berau.

Kabuapten Bulungan dan Kota Samarinda), batu kapur (Kabupaten Pasir, Kabupaten Berau, Kabupaten Kutai dan Kota Balikpapan), besi, nikel, endapan pasir kuarsa berkualitas tinggi (sekitar Kota Balikpapan, Kota Samarinda, Kabupaten Kutai dan Kota Bontang).

Propinsi Kalimantan Timur terletak antara 1130 44′ – 1180 59′ BT dan 40 25′ LU – 20 25′ LS. Di sebelah Utara berbatasan dengan Sabah (Malaysia) sebelah Timur dengan Selat Makassar dan Laut Sulawesi, sebelah Selatan dengan Kalimantan Selatan serta sebelah Barat berbatasan dengan Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Sarawak (Malaysia). Luas Propinsi Kalimantan Timur adalah sebesar ± 245.237,8 km2. Wilayah terluas adalah Kabupaten Malinau dengan luas lahan sekitar 17,12 % dari luas jumlah propinsi. Wilayah dengan luas paling kecil adalah Kabupaten Bontang dengan luas kabupaten sekitar 0,2% dari luas propinsi. Berikut diuraikan luas wilayah tiap Kabupaten/Kota di Kalimantan Timur.

Download Profil Kaltim.pdf

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.